Jember, POJOKSEMERU.COM – Mencuatnya kasus dugaan pungli TIK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember sebagaimana diakui oleh salah satu mantan kepala sekolah, ditanggapi serius oleh Aktivis Pendidikan PGRI Jatim.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Aktivis Pendidikan PGRI Jatim, Ilham Wahyudi, saat dikonfirmasi media Rabu (22/12/2021).

Menurutnya, pengakuan mantan Kepala Sekolah Sumanto SD Sumberagung 4 Desa Bnajero Barat di Kecamatan Sumberbaru, seharusnya mendapatkan atensi oleh sejumlah pejabat dinas pendidikan karena salah satu janii Bupati Hendy saat kampanye memberantas korupsi di lingkungan Pemkab Jember.

“Tapi anehnya, setelah Sumanto bersuara di media, ini malah Sumanto yang dimarahi oleh Kabid SD Dispendik Jember, sebagaimana dimuat di media,” ucapnya dengan nada heran.

Ilham mengaku tidak habis pikir, jika memang ada informasi seharusnya didukung untuk membongkar. Namun, ini justru sebaliknya.

Ilham menduga, tidak menutup kemungkinan di daerah lain juga berpotensi sama dan ada dalang di balik semua itu.

“Saya sudah menghubungi Kabid SD yang telah melakukan indikasi diskriminasi dan memarahi Sumanto. Namun, dia justru mengelak dan mengaku tidak tahu,” terang Ilham.

Pria kelahiran Pulau Sapudi Madura ini berkomitmen, akan terus melakukan pengawalan terhadap Sumanto yang telah berani menyuarakan apa yang dia alami.

Sementara Sumanto dalam rekaman video yang beredar, dengan berani dia mengatakan bahwa telah terjadi praktek pungli oleh oknum terkait pengajuan TIK tahun 2022.

“Ini pengajuan tahun 2022, tapi 2021 sudah ditarik Rp 400.000 per lembaga. Ini suratnya dan jumlah yang mendapatkan ini datanya,” sebut Sumanto dalam keterengannya sambil menunjukan 2 carik kertas.

Tidak hanya itu, Sumanto juga membeberkan bahwa dirinya juga diundang ke salah satu sekolah oleh oknum tersebut melalui via whatsapp untuk membawa sejumlah uang. Perlu diketahui oknum tersebut menjabat sebagai Operator Kecamatan SD Jatiroto 3 yang jelas dibawah naungan Diknas.

“Infomasi akan mendapatkan bantuan TIK tahun anggaran 2022 dan membawa uang transport @ 100.000 dikali 4 orang berarti jumlahnya Rp 400.000. Katanya, untuk tim yang dari Jember. Ini masih ada wanya,” ungkap sumanto.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember masih belum bisa dikonfirmasi. (Team)