IMG 20230701 123200
Galian Drainase di Dusun Kembang Desa Sentul

POJOKSEMERU.COM | LUMAJANG – Cerita Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur nyatanya belum usai, setelah ramai pemberitaan tentang sakit stroke Kepala Desa yang belum ditindaklanjuti oleh pihak Kecamatan Sumbersuko dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, dilanjutkan dengan pemberhentian Sekdes yang penuh kontroversi, sampai realisasi Anggaran Dana Desa yang digelontorkan dan dirubah tanpa Musdes, kini muncul lagi permasalahan baru terkait pekerjaan proyek drainase / gorong – gorong yang mangkrak tanpa adanya transparansi kepada masyarakat.

Proyek drainase / gorong – gorong yang berada di Dusun Kembang RW 09 Desa Sentul yang sudah digali sejak dua bulan yang lalu, saat ini kondisinya masih sama (hanya galian) dan tidak ada perubahan sedikitpun, malah terlihat banyak sekali papan kayu sebagai penghubung agar warga bisa keluar dari rumah menuju ke jalan.

Riyadi selaku Ketua RW 09 di Dusun Kembang menyampaikan kepada kami awak media bahwa proyek pembangunan drainase di Dusun Kembang ini kurang lebih dua bulanan tidak ada tindakan sama sekali hanya dikeruk saja, beliau juga menyampaikan bahwa dari awal pengerjaan tidak pernah tahu berapa rincian anggarannya.

“Samean lihat seperti ini mas, proyek drainase ini mangkrak sudah dua bulanan tidak ada kelanjutan, sedangkan warga sudah banyak yang mengeluh dan resah apalagi beberapa hari ini hujan takut pagarnya ambrol,” ujar Riyadi (29/06/2023)

IMG 20230629 120323

Saat awak media menanyakan siapa Ketua Timlaknya kepada Ketua RW namun jawabannya tidak tahu.

“Dari awal kita RT dan RW hanya tahu tentang perencanaannya saja mas diundang ke Balai Desa dan selanjutnya saya tidak tahu, apalagi berapa Anggaran yang dipakai, iya tiba – tiba sudah berjalan pembangunan itu mas dan tidak tahu siapa Ketua Timlaknya,” terang Ketua RW.

Aduan warga kepada Ketua RT 03 terkait drainase yang tak kunjung dikerjakan sehingga mobil milik warga tidak memiliki akses untuk keluar rumah karena adanya galian drainase tersebut nyatanya sudah disampaikan kepada Kasun / Pak Kampung namun belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan , ketika disampaikan ke Balai Desa jawabannya juga sama, malah menambah beben pekerjaan kepada warga yang seharusnya pekerjaan tersebut dilakukan oleh pihak Desa.

“Iya saya sampaikan ke pak Kampung jawabnya mungkin bulan Agustus nunggu pencairan yang kedua, kenyataannya banyak masyarakat yang mengeluh karena mobil yang mereka miliki tidak bisa keluar selama dua bulan akibt galian tersebut” jelas Ketua RT 03 RW 09 Dusun Kembang.

Masih Ketua RT 03, “Saya juga menyampaikan bahwa banyak tanah bekas galian ini longsor, takutnya pagar atau tembok dekat galian ini ambrol kemudian dijawab oleh oknum Perangkat Desa Sentul bahwa pekerjaan itu jangan dibebankan ke Desa karena sudah banyak yang menjadi tanggungan Desa begitu jawabnya,”.

“Karena kalau dihitung warga juga mengeluarkan uang dibuat jembatan sementara dari kayu itu kalau dikalkulasi habis berapa, galian drainase sendiri juga 40-50 cm kebawah dari pondasi yang ditakutkan air hujan ini membuat ambrol nantinya,” tambah Ketua RT 03.

Warga Desa Sentul sebenarnya hanya menginginkan kejelasan dan transparansi tentang proyek yang dikerjakan menggunakan Anggaran Dana Desa, namun sangat disayangkan aspirasi dari masyarakat tersebut malah ditanggapi dengan sikap sewenang-wenang oleh Oknum Perangkat Desa yang mengaku menjadi Wakil dari Kepala Desa yang sering membuat keputusan tanpa melalui Musdes, sehingga merugikan kepentingan masyarakat banyak.

Sampai berita ini diturunkan pihak Desa yang terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa belum bisa memberikan penjelasan tentang polemik yang ada sekarang ini. (Sep)