Lumajang, POJOKSEMERU.COM – Menanggapi pemberitaan “Transparansi Dana Bantuan Erupsi Semeru Kartar (Karang Taruna) Kabupaten Lumajang Dipertanyakan”, Zoman selaku Sekretaris Karang Taruna tidak terima dengan pernyataan Indarto S,Si selaku Ketua Kartar bahwa Nining Umamah hadir di organisasi kartar tersebut atas rekom dari Zoman.
Perlu diketahui Sekertaris Karang Taruna Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur memiliki nama lengkap Azoman Nur Fajar Pratama beliau juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi PKB.
Azoman saat dikonfirmasi oleh kami Media POJOKSEMERU.COM menyampaikan bahwa tidak pernah merekom nama Nining Umamah untuk masuk di Kartar Kabupaten Lumajang apalagi dalam proses pengumpulan Dana Bantuan Erupsi.
“Tidak benar mas kalau saya merekom Nining Umamah untuk ada di dalam Karang Taruna, munculnya Nining secara tiba-tiba ini saya juga bingung karena masih banyak anggota yang jadi pengurus dan aktif untuk kegiatan dan di karang taruna itu banyak bidang mas”, ucap Azoman. (6/02/2022)
Kami mencoba menggali informasi tentang Transparansi Pengumpulan Dana Bantuan Erupsi ternyata Azoman tidak tahu sama sekali dan banyak pengurus yang tidak dilibatkan di dalam kegiatan tersebut.
Dari pihak Nining Umamah sendiri menyampaikan setelah beberapa hari kita hubungi tidak bisa karena sakit akhirnya bisa memberikan keterangan terkait Dana Erupsi yang ramai diperbincangkan.
“Rekening saya cuma dibuat untuk beberapa hari saja selanjutnya sudah tidak pakai punya saya, yang transfer kerekening saya itu cuma satu yaitu teman mas edi sejumlah Rp. 1.000.000,- dan itu sudah saya berikan ke pak ketua untuk yang lain tidak ada transferan masuk sama sekali”, terang Nining saat dikonfirmasi via seluler (06/02/2022).
Lanjut Nining, “Lagian ngapain diberitakan sih mas tidak penting juga, kan kita belum belanja-belanja kita belum ada pengeluaran kan yang pegang pak ketua ni jadi mending samean langsung konfirmasi ke pak ketua”, imbuhnya.
Masih Nining, “Sebetulnya tidak ada apa-apa kan Maksutku Dana juga ada, jadi begini kalau misalnya samean tanya dana awalnya kan tidak punya rekening setelah tiga hari itu tidak berlaku tidak dipake lagi dan tidak ada yang konfirmasi ke saya itu adalah bantuan sampai saat ini ada cuma satu yaitu temen mas edi”.
“tapi beberapa hari banyak yang donasi karena karena kan Ketua Karang Taruna tidak saling kenal se indonesia akhirnya melewati yang dikenal itu misal dari tegal itu berdonasi Rp. 5.000.000,- dan itu sudah diberikan kepada ketua dan lainnya juga dari pasuruan, lampung begitu itu yang saya tahu selebihnya saya tidak tahu, dari mana saja nah mungkin dari situ pak ketua punya inisiatif akhirnya membuat rekening agar uang donasi itu jadi satu”, imbuh Nining.
Sangat miris melihat pernyataan seperti ini karena pemberitaan pengumpulan Dana Bantuan Erupsi ini sangat penting untuk informasi publik guna penyaluran serta tepat sasaran tetapi dianggap tidak penting.
Benar adanya mungkin “Mosi Tidak Percaya” itu keluar ditujukan kepada Ketua Kartar Kabupaten Lumajang yaitu Indarto S,Si karena tidak Transparannya laporan serta kurangnya komunikasi antara para Anggota serta pengurus lainnya, sehingga menyarankan agar mengevaluasi organisasi Karang Taruna tersebut.
“Saya dan teman – teman pengurus lebih setuju untuk segera evaluasi demi kebaikan organisasi karang taruna ini karena masih banyak yang perlu dilakukan untuk kebaikan kota kita yaitu Kabupaten Lumajang”, tambah azoman. (A.Azis)

Tim Redaksi