POJOKSEMERU.COM | LUMAJANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan telah menggulirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau dikenal dengan istilah Bedah Rumah pada tahun 2021 lalu, untuk program tersebut desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah mendapatkan bantuan sekitar 22 rumah dari 22 kepala keluarga.
Namun sepertinya bantuan tersebut seakan dijadikan ajang untuk kepentingan pribadi dari oknum-oknum bermental korup, Lukman koordinator pendamping program BSPS Kabupaten Lumajang mengatakan bahwa dalam pencairan anggaran untuk BSPS langsung ditransfer melalui Bank Jatim yang dikirimkan ke rekening warga penerima manfaat.
“Uangnya langsung ditransfer ke rekening masing-masing warga yang mendapatkan program tersebut”,Jelasnya.
Lukman juga menjelaskan bahwa nominal bantuannya sebesar Rp 20 juta, dari masing-masing warga penerima manfaat, dengan estimasi rincian Rp 2,5 juta, diperuntukkan biaya Harian Ongkos Kerja (Haoka) dan sisanya Rp 17,5 juta untuk belanja material.
“Jumlah bantuannya per KK sebesar Rp 20 juta, yang Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang dan sisanya untuk belanja material”,Terangnya.
Berbeda dengan kenyataan dilapangan, sejumlah warga yang mendapat bantuan tersebut hampir semua mengatakan bahwa mereka tidak pernah tahu bahwa jumlah bantuan BSPS sebesar Rp 20 juta.
“Saya tidak pernah tahu uang Rp 20 juta itu pak, cuma kami pernah diundang datang dibalai desa disuruh pegang uang Rp 2,5 juta dan difoto katanya untuk laporan dan setelah difoto, uangnya diambil lagi oleh Fendik dan Wartini”,Ujar salah seorang warga penerima BSPS Desa Sumber Wringin yang sengaja identitasnya disembunyikan.
Perlu diketahui zaenal arifin alias pak pen adalah staf desa Sumber Wringin dan Wartini menurut informasinya adalah pendamping desa dalam program BSPS dan keduanya adalah pasangan suami istri. lanjut warga penerima bantuan BSPS lainnya, menjelaskan bahwa bantuan yang mereka terima dalam bentuk material tidak lebih senilai Rp 9 jutaan.
“Kami hanya menerima material satu truck pasir, Semen 15 bal, besi 8 lonjor, Kapur, Kusen pintu dan jendela, pokoknya kalau ditotal keseluruhan itu sekitar Rp 9 jutaan”,Ucapnya.
Warga penerima BSPS mengatakan bahwa selama ini penyaluran bantuan dalam bentuk material untuk bedah rumah di desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah, adalah Pak Pen dan Istrinya Wartini
“Pokoknya di Desa Sumber Wringin ini yang menyalurkan barang adalah Tin dan suaminya Pendik pak”, Terangnya.
Sementara Pak Pen dan Wartini yang sempat dikonfirmasi dirumahnya mengatakan bahwa selama proses program BSPS berjalan, mereka hanya sebatas perantara.
“Kami hanya sebagai perantara saja pak, kalau masalah belanja barang saya tidak tahu menahu karena itu langsung dari pusat”,Kilahnya.
Tentu saja pernyataan tersebut dibantah oleh pemilik Toko material bangunan yang ditunjuk untuk memenuhi kebutuhan program BSPS Desa Sumber Wringin, yang beralamat di Desa Salak Kecamatan Randu Agung, Ia mengatakan selama ini yang melakukan belanja kebutuhan material dari warga penerima BSPS adalah Pak Pen dan Wartini, dan pembayarannya ditransfer melalui Bank Jatim.
Sementara itu Kasim Kepala Desa Sumber Wringin yang juga sempat dikonfirmasi prihal bantuan BSPS untuk warganya, mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal mekanisme penyaluran bantuan tersebut, bahkan diakui bahwa saat warga penerima bantuan dikumpulkan d balai desa untuk foto ongkos pekerja, dirinya menegaskan tidak tahu menahu.
“Coba tanyakan langsung kepada warga saja, memang saya selaku kepada desa selama ini tidak tahu menahu tentang mekanisme penyaluran bantuan BSPS, pokoknya lebih jauh tanya aja langsung kepada warga mas”,Pungkasnya. (sep)

Tim Redaksi