IMG 20250806 140442
Foto : Fen alias Ndik saat datang menemui awak media dan Lut alias Fi diduga saat pulang dari rumah sewa

POJOKSEMERU.COM | LUMAJANG – “Witing tresno jalaran soko kulino” adalah peribahasa jawa yang artinya “cinta tumbuh karena terbiasa” atau “cinta hadir karena sering bertemu/berinteraksi”. Ungkapan ini pantas disematkan kepada Fen alias Ndik yang memiliki hubungan dengan teman sekantornya dan satu bidang yakni Lut alias Fi yang sama – sama dinaungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang.

Hubungan mereka berdua terbongkar diketahui warga yang enggan disebutkan namanya, melihat mereka berdua keluar dari rumah sewa atau rumah esex – esex yang ada di Kecamatan Tempeh, Jum’at, 1 Agustus 2025.

“Mereka saat itu keluar menaiki sepeda sendiri – sendiri pak, yang pasti di saat jam kerja masukknya karena keluar dari rumah sewa itu sekitar pukul 15.00 WIB,” terang warga yang memergoki mereka berdua.

Guna memastikan kebenaran berita tersebut awak media mengkonfirmasi kepada Lut alias Fi yang saat itu berada di ruangannya. Saat dikonfirmasi Lut mengakui masuk ke rumah sewa bersama Fen alias Ndik teman sekantornya yang notabene memiliki istri sah.

“Iya pak saya salah, mohon jangan rame jangan diberitakan nanti biar mas fendik yang hubungi jenengan karena sekarang masih antar saudaranya umroh,” terang Lut penuh sesal, Rabu, 6/8/2025.

Diwaktu yang sama di tempat yang berbeda Fen dikonformasi melalui via seluler 082232235XXX juga mengakui salah dengan hubungan yang di rumah sewa dan terima kasih sudah diingatkan.

“Iya pak mohon maaf memang saya salah, perbuatan di rumah sewa itu tidak dibenarkan, saya sebenarnya tidak ada hubungan spesial dan baru sekali itu saya ke rumah sewa tersebut,” ucap Fen.

Perilaku Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang tidak dibenarkan apalagi di waktu jam dinas diduga melakukan hal yang tidak senonoh di dalam rumah sewa.

Sesuai arahan Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati bahwa jangan main – main perempuan untuk pegawai yang laki – laki dan jangan main laki – laki untuk pegawai perempuan karena tidak ada kata kompromi dan akan ditindak tegas. (Redaksi)