Banyuwangi, POJOKSEMERU.COM – Saling mohon maaf antara Kepala Sekolah SMP N 1 Genteng H.Sodik dengan walimurid
bernama Elza Putri Rama berlangsung damai disaksikan Kepala Dusun setempat, paman dari Siswa Vasya Varera Wardoyo dan Humas Komite,10-06-2022 pasca diberitakan ya kepala sekolah dugaan perundungan oleh media online baru – baru ini.
Menurut H.Sodik bahwa, kejadian tersebut murni salah faham semata dikarenakan kejadian tersebut hanya pelajaran bagi siswa agar tidak terkesan meremehkan ilmu pelajaran yang disampaikan olehnya. Lanjut, H Sodik, adalah sebuah pelajaran perenungan atas aksi yang dilakukan sang murid ,agar kedepan sang murid menjadi manusia yang berguna bagi Nusa dan Bangsa.
“Menjadi seorang guru itu bertanggung jawab dunia akhirat, nah sulitnya sekarang ini guru memberi pelajaran kepada siswa agar berubah karakternya malah salah arti, dianggap guru mau berniat jelek pada murid, sehingga ada berita perundungan itu yang menimpa saya, padahal setelah dipertemukan antara pihak sekolah dan walimurid, ternyata hanya salah faham saja”, ungkap H.Sodik ketika ditemui diruang kerjanya .
Lalu, lanjut H.Sodik membeberkan,peristiwa itu sebenarnya terjadi hari senin,28 mei 2022 ,saat kepala sekolah seperti hari hari biasa berkeliling dan mendapatkan salah satu kelas yang gurunya absent, kemudian kepala sekolah mengisi dengan materi Profil Pelajar Pancasila.
Kemudian, Pada hari jumat, 3 juni 2022 entah apa maksudnya 2 orang mantan pengurus komite mendatangi kediaman wali murid, dan apa yang mereka bicarakan saya tidak tahu, tiba tiba,lajut beliau, muncul di media on line.
diduga terjadi penempelengan di smpn 1 Genteng.
Melihat kondisi semacam ini sekolah melakukan langkah langkah koordinasi dengan pengurus komite dan mendatangi rumah wali murid, dan terjadilah saling mohon maaf karena salah paham. (Ilham)

Tim Redaksi