IMG 20240115 WA0034

POJOKSEMERU.COM | LUMAJANG – Dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa orang di wilayah Kecamatan Tempeh dengan korban Mohamad Irfan Afandi, 19 tahun, warga Dusun Kebonan RT 53 RW 07, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, sekira pukul 17.40 WIB, Sabtu (13/01/2024).

Menurut korban Mohammad Irfan Afandi ketika di konfirmasi di Polsek Tempeh, ia menceritakan awal mula terjadinya pengeroyokan terhadap dirinya, ia bersama beberapa rekanya selesai latihan pencak di PC.NU depan res area Srikandi Tempeh, saat hendak pulang ia berpapasan dengan beberapa orang dari salah satu perguruan Pencak silat, dan ia dikejar oleh beberapa orang tersebut lalu ditendang dan dipukul kepalanya.

“Saya di katai dengan kata kata kotor pak, dan terus di tendang sampai tangan saya lecet, terus kepala saya di pukul sampai bencol”, ujar korban sambil memperlihatkan tangannya yang lecet dan kepalanya yang benjol akibat pukulan dari salah satu pelaku.

Lebih lanjut korban Mohammad Irfan Afandi mengungkapkan bahwa setelah kejadian ia sempat pulang kerumahnya dan sekira pukul 01.00 WIB ia diantar oleh orang tuanya bersama Kepala Desa Tempeh Tengah Muhammad Mansyur Sah melaporkan kejadian tersebut Kepolsek Tempeh.

“Saya jam 01.00 WIB, di antar ke Polsek pak, untuk laporan, dan sudah divisum di puskesmas tempeh, sampai sekarang rasanya kepala saya masih pusing”, kata Mohammad Irfan Afandi selaku korban pengeroyokan.

Di temui diruanganya Kapolsek Tempeh mengatakan jika kejadian dugaan pengeroyokan itu terjadi dan dilakukan oleh beberapa orang dan ada empat pelaku yang diduga ikut mengeroyok tetapi satu orang yang melakukan pemukulan terhadap korban, “saat ini satu pelaku sudah kita amankan yang berstatus masih pelajar dengan kita jemput kerumahnya dengan inisial A (19) Serta I (21) F (16) satunya masih dalam penyelidikan, karena semalam kita jemput kerumahnya yang bersangkutan tidak ada dirumahnya”, jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Kaliwungu Siti Rokayah yang kebetulan ada di Polsek Tempeh ketika di minta komentarnya terkait warganya yang di duga melakukan pengeroyokan mengungkapkan, “Kita memberikan himbauan kepada warganya, bagaimana pun juga itu warga saya, namanya juga anak-anak muda yang masih egonya tinggi, dan kita tetap mengikuti prosesnya, mudah mudahan bisa kita mediasi secara kekeluargaan”, tegasnya.

Di tempat berbeda Kepala Desa Tempeh Tengah Kecamatan Tempeh, Muhammad. Mansyur sah ia berharap kepada pihak Kepolisian Sektor Tempeh agar kasus ini diproses sampai tuntas, “saya selaku Kepala Desa Tempeh Tengah, berharap kasus ini dikembangkan lagi karena diduga masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap, dengan harapan bisa memberikan efek jera terhadap para pelaku serta memberikan rasa aman, nyaman dan tentram terhadap warga kami, karena kejadian seperti ini sering terjadi di Desa kami, seperti beberapa bulan yang lalu terjadi di depan penginapan Eliza Dusun Krajan Tengah dan kasusnya sampai saat ini masih belum jelas perkembangannya”, pungkasnya. (Andi)