Relawan saat orasi
Jember, POJOKSEMERU.COM – Bukan hanya para relawan saja yang siap tidak mendukung bupati H. Hendy Siswanto, tapi juga para wartawan dan media yang bertugas di Jember banyak yang siap menjadi oposan atau perlawanan terhadap kegiatan bupati Hendy Siswanto. Hal ini karena janji bupati yang sejak awal menjabat menyatakan akan merangkul semua kelompok wartawan/media, tapi ternyata kenyataannya saat ini bohong.
Banyak wartawan yang menyatakan kekecewaannya karena bupati bukan merangkul semua kelompok wartawan/media untuk bersama-sama membangun Jember, tapi melalui kepala Dinas Infokom Pemkab Jember, Bobby Arie Sandi, hanya sebagian wartawan/media yang diajak kerjasama pemberitaan dalam bentuk MoU.
“Jelas ini bentuk dan sikap prilaku diskriminatif dari bupati H. Hendy melalui Dinas Kominto”, ungkap wartawan Modus Investigasi Shalman, juga dibenarkan wartawan lainnya seperti Badri, Pujianto, Nurul, Holil, SA Ghani, Suyono HS, Aryudi, Irfak dan teman-teman wartawan lainnya.
Oleh karena itu, para wartawan/media jangan disalahkan bila nantinya mereka memunculkan berita-berita yang kontra produktif, bahkan cenderung menghantam Bupati H. Hendy Siswanto.
Sebetulnya para relawan pendukung Bupati H. Hendy Siswanto, jauh sebelumnya sudah diingatkan oleh sekelompok mantan pendukung.
Ada Sekitar ratusan orang yang mengaku pendukung Bupati Jember Hendy Siswanto saat Pilkada 2020 lalu, berunjuk rasa di depan Pendapa Wahyawibawagraha.
Mereka kecewa dengan kebijakan H. Hendy yang dinilai tidak sesuai dengan janji semasa kampanye.
Massa aksi mengaku dari beberapa elemen pendukung Bupati H. Hendy saat kampanye lalu. Diantaranya, RMJ (Relawan Militan Jember), RJM (Relawan Jumadi Made) dan AKJ (Anti Kesultanan Jompi).
Adanya dugaan beberapa kebijakan Bupati selama ini yang dinilai mencederai demokrasi dan melukai hati rakyat.
“Bupati Jember H. Hendy Siswanto telah mengingkari janji-janjinya saat kampanye, di antaranya Pendopo yang katanya terbuka 24 jam untuk rakyat, nyatanya hanya janji-janji belaka,” kata Korlap Aksi Jumadi Made, kepada Detik.com, Jat, (1/10/2021).
Sedangkan relawan lain, Imam, mengatakan, saat ini dirinya secara pribadi mengakui kurangnya perhatian Bupati terhadap relawannya. (Irfak)

Tim Redaksi